Selamat pagi, ayah. Kalau kau ada disini, aku yakin ayah sedang minum kopi sambil membaca koran di teras rumah. Atau mungkin, ayah baru pulang mengantarkanku kuliah.
Itu kalau ayah disini.. Lalu sedang apa ayah disana?
Sekarang pukul 8, saat aku menulis ini. Entah ini sebuah surat atau curahan hati sembari mengisi kekosongan diperjalanan ke kampus. Awalnya aku berpikir bahwa ini sebuah surat, tapi aku sangsi ayah akan membacanya.
Ayah, pagi ini matahari telat bersinar. aku melihat ke langit jam 7 pagi tadi, tapi tampaknya matahari masih enggan untuk menampakkan dirinya. Kira-kira, dia kenapa ya yah?
Apa tempatmu sekarang dekat dengan matahari? Hehehe.. Maaf kalau pertanyaanku ini bodoh. Aku hanya..
Aku bingung. Aku tak tau sekarang ayah ada dimana. Dan aku juga bingung ingin bercerita apa padamu. Terlalu banyak cerita yang tak tersampaikan. Mungkin kalau ayah mau menemuiku, kita bisa berbincang. Mungkin..
Kalau suatu saat nanti kita bertemu, apa yang ingin kau tanyakan padaku, yah? Apakah ayah akan marah padaku? Atau memelukku? Apakah sekarang aku sudah tumbuh sesuai harapanmu, yah?
Aku gak nakal kok, yah.. Aku kuliah, aku ikut organisasi BEM dikampus, aku juga ikut UKM fotografi. Ayah, kau tau tidak? Di semester 4 ini, untuk beberapa mata kuliah, nilai UTSku adalah nilai yang tertinggi dikelas. Hehe.. Ayah pasti bangga padaku. IPK ku juga lumayan. Ayah pasti senang kan yah mendengarnya? Soalnya aku melakukan ini semua untukmu, yah.. Kalau menurut ayah ini masih belum cukup, aku akan mencoba lebih baik lagi yah. Aku janji.
Walau akhir-akhir ini aku merasa lelah. Tugasku banyak, yah. Aku pernah menangis di suatu malam karena tugas-tugas kuliahku ini. Hehehe.. Aku cengeng ya yah? Tapi tenang saja. Ayah tidak perlu repot-repot lagi datang ke kamarku, menghiburku, menyemangatiku, lalu menemaniku mengerjakannya hingga larut malam seperti dulu. Aku tau kok sekarang ayah sibuk.
Oia yah, aku punya teman sekelas yang rumahnya dekat dengan rumah kita. Jadi kita selalu pulang bareng. semalam saat perjalanan pulang, temanku bercerita tentang ayahnya. Dia cerita tentang ayahnya yang rela mengantarkan ia untuk print tugas malam-malam. Aku yakin ayah juga akan melakukan hal yang sama kalau ayah ada disini.
Setiap pulang malam, diperjalanan pasti ayahnya menelpon untuk menanyakan keberadaannya dimana. dan disaat itu juga, aku merindukanmu, yah..
Eh yah, aku udah mau sampe kampus. Huaaa.. Aku telat nih yah. Pagi ini ceritanya sampai disini dulu ya yah. Aku juga malu nangis terus di bis ini. Mungkin orang disebelahku mengira aku sedang patah hati kali ya yah.. Hehehe..
Ayah bisa liat wajahku? Aku gak bawa kaca. Mataku terlihat sembab gak ya?
Heem.. Aku terlalu berharap banyak ya yah. Mana mungkin ayah melihatku sekarang. Ayah kan sibuk jadi malaikatnya tuhan. Hem..
Yaudah yah, semoga ayah baca ini. Aku akan taro surat ini di selipan buku di meja belajarku. Ayah bisa mengambilnya sewaktu-waktu ayah sempat masuk ke kamarku.
Good morning, my missing sunshine.
Wednesday, April 11, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment